Categories
Pendidikan

Mekanisme, Subjek dan Pola Sosialisasi

Mekanisme, Subjek dan Pola Sosialisasi

Mekanisme, Subjek dan Pola Sosialisasi

Mekanisme Sosialisasi

Mekanisme sosialisasi dalam transfer elemen sosialisasi dengan berbagai cara:

  • Imitasi adalah tiruan dari perilaku orang lain dan merupakan hal yang sangat penting dalam sosialisasi masa kecil.
  • Intuisi kurang lebih merupakan deskripsi peristiwa, tetapi harus ditekankan bahwa itu tidak harus terbatas pada proses pembelajaran formal.
  • Motivasi adalah bentuk perilaku yang cocok atau sesuai yang dipelajari dalam proses coba-coba. Orang tersebut belajar dari pengalaman tindakan langsung, sikap dan pendapat mereka sendiri. (Rush dan Allthof, 2002: 40).

Metode imitasi lebih cocok digunakan dalam sosialisasi masa kecil. Instruksi dibuat terutama dalam proses pembelajaran formal. Imitasi dan pengajaran adalah jenis pengalaman tertentu, tetapi motivasi lebih terbukti dengan pengalaman.


Subjek Sosialisasi

Subjek atau sasaran sosialisasi adalah alat sosialisasi di mana masyarakat bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma yang terkandung dalam materi sosialisasi dalam masyarakat. Agen sosialisasi akan memobilisasi masyarakat untuk mendukung program yang mungkin dalam sosialisasi materi untuk mencapai cita-cita bersama.

Menurut Harold J. Laski, sekelompok orang bekerja bersama untuk memahami masyarakat, hidup bersama dan mewujudkan keinginan mereka bersama (Budiarjo, 1993: 34). Kehidupan komunitas, termasuk hubungan antara individu dan kelompok, dalam pengaturan kelompok, ada interaksi sosial antara masing-masing individu untuk memahami lingkungan masing-masing.

Peran sosialisasi dalam masyarakat umumnya terbukti terutama dalam masyarakat yang mapan atau mapan yang cukup mapan atau mapan untuk mempertahankan pembentukan tradisi sosial yang kuat yang menentukan struktur dan praktik masyarakat. Sosialisasi adalah bagian yang sangat penting dalam mempelajari peran masyarakat. Proses sosialisasi itu sendiri mengajarkan kelompok masyarakat tentang sistem interaksi antar kelompok.


Pola Sosialisasi

Pola sosialisasi adalah proses yang panjang dan kompleks yang dihasilkan dari interaksi antara kepribadian individu dan pengalaman yang relevan. Oleh karena itu, untuk memfasilitasi hasil dari proses sosialisasi, model sosialisasi, yang ditunjukkan dalam gambar, telah dibuat. Pembuatan pola dilakukan setelah proses sosialisasi, yang akan terkait dengan elemen sebelumnya.

Selain itu, Ramlan Surbakti menyatakan bahwa ia dibagi menjadi 2 dalam hal menyampaikan pesan sosialisasi:

  • Pendidikan politik adalah proses dialog antara penerima dan penerima pesan dalam proses ini, anggota masyarakat mengetahui dan belajar tentang nilai-nilai negara mereka, norma-norma dan simbol-simbol politik dari berbagai pihak dalam sistem politik. sekolah umum dan partai politik.
  • Vaksinasi politik adalah proses sepihak di mana pihak berwenang memobilisasi dan memanipulasi warga untuk mendapatkan nilai. Norma dan simbol yang dilihat pemangku kepentingan secara ideal dan baik di berbagai forum yang penuh dengan psikologi psikologis dan pendidikan yang disiplin (Surbakti, 1992: 117-118).

Salah satu faktor sosialisasi politik mungkin kelompok kepentingan yang bertujuan mempolitisasi waktu dengan memberikan pendidikan kebijakan tentang nilai-nilai dan norma-norma politik. Harapan kelompok kepentingan adalah kebalikan dari warga negara yang telah menerima pendidikan politik untuk berpartisipasi dalam mendukung gerakan politik dan tujuan utama kelompok kepentingan.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Tata Pemerintahan Yang Baik (GOOD GOVERNMENT)

Tata Pemerintahan Yang Baik (GOOD GOVERNMENT)

Tata Pemerintahan Yang Baik (GOOD GOVERNMENT)

Pengertian Tata Pemerintahan

Tata pemerintahan yang baik adalah “mantra” yang telah diucapkan banyak orang di Indonesia sejak tahun 1993. Kata pemerintah mewakili moralitas baru yang terlihat rasional, profesional, dan demokratis, terlepas dari apakah itu diucapkan di kantor Bank Dunia di Washington, AS. Atau di kantor LSM yang lusuh. Di pinggiran Jakarta. Dengan kata ini, perwakilan dari berbagai kelompok profesional tampaknya terikat pada pemerintah yang korup di negara-negara berkembang oleh “paduan suara paduan suara”. “Pemerintahan yang baik, orang-orang jahat!” Dikelilingi oleh seruan dari berbagai pihak, pejabat pemerintah disuarakan untuk menyebut konsep ini, meskipun dengan makna dan maksud yang berbeda.

Proses Pemahaman Tata Pemerintahan

Proses pemahaman tata kelola umum mulai muncul di Indonesia dari tahun 1990-an dan mulai berkembang lebih lanjut pada tahun 1996, dengan interaksi pemerintah Indonesia sebagai negara-negara pemberi bantuan yang menekankan kondisi objektifnya dengan negara-negara asing. Perkembangan ekonomi dan politik Indonesia. . Istilah ini umumnya terkait dengan kebijakan pemberian bantuan dari negara-negara donor, menjadikan isu tata kelola sebagai salah satu pertimbangan dalam memberikan bantuan dalam bentuk pinjaman dan hibah.

Kata governance sering dikacaukan dengan pemerintah. Akibatnya, negara dan pemerintah, yang menjadi korban utama seruan kolektif ini, adalah target nomor satu untuk perbaikan. Lembaga keuangan internasional memiliki prioritas untuk meningkatkan birokrasi pemerintah di Dunia Ketiga dalam rencana tata kelola yang baik. Aktivis dan penentang juga berpartisipasi dalam acara ini dengan menambahkan prinsip-prinsip kebebasan politik sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan institusi negara. Tata pemerintahan yang baik berhasil membawa hubungan antara lembaga keuangan multilateral sinis dan aktivis politik lebih dekat dengan hubungan antara pemerintah negara-negara berkembang dan organisasi-organisasi itu. Jadi jadilah sintesis dari tujuan ekonomi dan politik.

Namun, yang sesuai, peserta tidak dapat menjelaskan sebab dan akibat dari suatu peristiwa. Mereka hanya tahu satu hal, yaitu tangan yang tidak kelihatan seperti sihir yang mereka katakan. Dalam hal tata pemerintahan yang baik, pembicara hanya tahu sedikit, sehingga sesuatu yang tidak jelas dan tidak terkontrol menyebabkan penyalahgunaan, bahwa program ekonomi tidak dapat berhasil tanpa legitimasi, tatanan sosial dan efisiensi kelembagaan.

Faktor yang sering dilupakan adalah bahwa kekuatan konsep ini justru terletak pada interaksi negara, masyarakat, dan sektor pasar. Oleh karena itu, tata kelola yang baik harus mempertimbangkan situasi sektor di luar negeri sebagai proyek sosial.

 

Arti Pemerintahan Yang Baik

Pemerintahan yang berubah menjadi pemerintahan adalah penggunaan otoritas ekonomi, politik dan administrasi untuk mengelola urusan negara di semua tingkatan. Tata kelola meliputi semua mekanisme, proses dan lembaga di mana warga negara dan kelompok masyarakat mengekspresikan minat mereka, menggunakan hak hukum mereka, memenuhi kewajiban mereka dan mengurangi perbedaan mereka.

Definisi lain mengungkapkan bahwa tata kelola adalah mekanisme untuk mengelola sumber daya ekonomi dan sosial, yang melibatkan dampak dari negara dan sektor non-pemerintah dalam upaya bersama. Definisi ini mengasumsikan bahwa tidak ada aktor yang mengambil bagian di tempat-tempat di mana tidak banyak dominasi yang menentukan pergerakan aktor lain. Pesan pertama dalam terminologi pemerintah membantah pemahaman formal tentang fungsi lembaga-lembaga negara. Tata kelola mengakui bahwa ada banyak pusat pengambilan keputusan yang bekerja di berbagai tingkat di masyarakat.

Meskipun mengakui bahwa ada banyak aktor yang terlibat dalam proses sosial, tata kelola bukanlah sesuatu yang terjadi kacau, acak, atau tidak terduga. Ada aturan yang diterapkan oleh berbagai aktor. Aturan umum yang penting adalah otoritas yang diterapkan oleh negara. Namun, dalam konsep otoritas manajemen, diasumsikan bahwa itu dilaksanakan secara sepihak, dengan konsensus dari berbagai pelaku. Oleh karena itu, aktor di luar pemerintah harus memiliki wewenang untuk berpartisipasi dalam pembentukan, kontrol dan penegakan otoritas yang didirikan secara kolektif, karena melibatkan banyak pihak dan tidak beroperasi atas dasar dominasi pemerintah.

 

Categories
Pendidikan

MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS

MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS

MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS
Bentuk dasar Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antara individu melalui suatu system yang biasa (lazim) baik dengan symbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan. Pengertian komunikasi ini paling tidak melibatkan dua orang atau lebih dengan menggunakan cara-cara berkomunikasi yang biasa dilakukan oleh seseorang seperti melalui iklan, tulisan maupun sinyal-sinyal nonverval.

Bentuk dasar komunikasi adalah :

1.Komunikasi verbal
Merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain melalui tulisan maupun lisan. Bentuk komunikasi ini memiliki struktur yang teratur dan terorganisasi dengan baik.

Contoh komunikasi verbal :

  1. Membuat dan mengirim surat teguran kepada nasabah yang menunggak pembayarannya
  2. Membuat dan mengirim surat penawaran harga barang kepada pihak lain
  3. Membuat dan mengirim surat konfirmasi barang kepada pelanggan
  4. Membuat dan mengirim surat aduan (claim) kepada pihak lain
  5. Membuat dan mengirim surat penolakan kerja
  6. Membuat dan mengirim surat kontrak kerja kepada pihak lain
  7. Berdiskusi dalam suatu tim kerja
  8. Melakukan wawancara kerja dengan para pelamar kerja di suatu perusahaan
  9. dll

2.Komunikasi nonverbal
Bentuk yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis asdalah komunikasi nonverbal. Menurut teori antropologi, sebelum manusia menggunakan kata-kata, manusia telah menggunakangerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bentuk komunikasi nonverbal memiliki sifat yang kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari.

Berikut ini adalah contoh perilaku yang menunjukkan komunikasi nonverbal:

  1. Menggerakkan gigi untuk menunjukkan kemarahan ( dalam bahas jawa disebut getem-getem)
  2. Mengerutkan dahi untuk menunjukkan seseorang sedang berpikir
  3. Gambar pria atau wanita yang dipasang di pintu masuk toilet untuk menunjukkan kamar sesuai dengan jenis kelamin
  4. Berpangku tangan untuk menunjukkan seseorang sedang melamun
  5. Tersenyum dan berjabat tangan dengan orang lain untuk mewujudkan rasa senang , simpati dan penghormatan.
  6. Membuang muka untuk menunjjukan sikap tidak senang atau antipati terhadap orang lain
  7. Dll

Pentingnya Komunikasi Nonverbal
Salah satu kebaikan atau keunggulan komunikasi nonverbal adalah kesahihannya (reliabilitas). Hal ini berkaitan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kebenaran pesan-pesan yang disampaikan dengan menggunakan bahasa isyarat. Secara umum orang akan mudah menipu orang lain dengan menggunakan kata-kata daripada menggunakan gerakan tubuh (bahasa isyarat). Komunikasi nonverbal penting artinya terutama dalam menyampaikan perasaan dan emosi, mendeteksi kecurangan atau kejujuran serta sifatnya yang efisien. Dengan memperhatikan isyarat nonverbal, seseorang dapat mendeteksi kecurangan atau menegaskan kejujuran pengiriman pesan.

Tujuan komunikasi nonverbal :

  1. Memberi informasi
  2. Mengatur alur percakapan
  3. Ekspresi Emosi
  4. Memberi sifat melengkapi pesan-pesan verbal
  5. Mempengaruhi orang lain
  6. Mempengaruhi tugas khusus.

 

Proses Komunikasi

Proses komunikasi terdiri dari 6 tahap:

  1. Pengiriman mempunyai suatu ide atau gagasan
  2. Pengiriman mengubah ide menjadi suatu pesan
  3. Pengiriman menyampaikan pesan
  4. Penerima menerima pesan
  5. Penerima menafsirkan pesan
  6. Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim.

 

Manfaat yang dapat peroleh dalam efektifitas berkomunikasi

  1. Tersampaikannya gagasan atau pemikiran kepada orang lain dengan jelas sesuai dengan yang dimaksudkan.
  2. Adanya saling kesefamanan dalam suatu permasalahan, sehingga terhindar dari salah persepsi.
  3. Mengelola dan menjaga hubungan baik serta silaturrahmi dalam suatu persahabatan, komunitas atau perkumpulan.

 

Tujuan Komunikasi Bisnis :

  1. Mendukung tujuan bisnis agar lebih efektif dan efisien dalam rangka memperbaiki pengelolaan bisnis.
  2. Komunikasi Bisnis bertujuan untuk menciptakan interaksi atau hubungan di dalam perusahaan, hubungan antara perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lembaga pemerintah, sesama dunia usaha, serta dengan lingkungan sehingga tercipta hubungan yang harmonis yang ditandai oleh tercapainya tujuan bisnis juga semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Lembaga Keuangan

Lembaga Keuangan

Lembaga Keuangan

Lembaga yang menghubungkan antara pelaku ekonomi, sektor rumah tangga dan perusahaan dalam melakukan interaksi ekonomi.

Fungsi Lembaga Keuangan

1.Transmision Role.
Lembaga keuangan dapat melancarkan pertukaran produk dengan menggunakan uang dan instrumen kredit / pembayaran secara kredit contoh kartu kredit, cek.

2.Intermediation Role
lembaga keuangan menghimpun dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana (sektor rumah tangga) dan menyalurkan kepada pihak yang membutuhkan dana.

3.Analisis dan Informasi Ekonomi
lembaga keuangan bertugas sebagai pihak yang ahli dalam analisis ekonomi dan kredit untuk kepentingan lembaga keuangan/ kepentingan pihak lain, dan lembaga keunagn juga berkepentingan menyebarkan informasi yang berkewajiban menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi nasabah.

4. Memberikan jaminan
lembaga keuangan mampu memberikan jaminan hukum dan moral mengenai keamanan
dana,masyarakat yang dipercaya kepada lembaga keuangan tersebut.

5.Mencipatakan dan memberikan lekuiditas
lembaga keuangan mampu memberikan keyakinan kepada nasabah bahwah dana dapat dikembalikan dalam waktu tempo yang di tentukan.

Pengelompokan Lembaga keuangan

1.Lembaga Keuangan Bank
-Liabilitasnya berupa uang
-mempunyai kemampuan menciptakan kredit
-mengedarkan uang dan menambah jumlah uang yang beredar melalui efek penggandaan uang.

2.Lembaga Keuangan bukan Bank
-liabilitasnya tidak dapat di klasifikasikan dengan uang.
-menyalurkan dana kepada masyarakat terutama melalui penyertaan modal atau membiayai investasi perusahaan.

Perkembangan Lembaga Keuangan di Indonesia

  • REPELITA 1 per 1 April 1969, mendorong mobilisasi tabungan dan mengarahkan penggunaannya secara efektif dan produktif. Lembaga yang dibentuk pada waktu itu antara lain PT Pembinaan Usaha Indonesia, PT Asuransi Kredit Indonesia, Lembaga Jaminan kredit koperasi.
  • REPELITA II, lembaga Keuangan semakin berkembang. Lembaga yang terbentuk yaitu lembaga keuangan Asuransi Jiwa, Asuransi Hari Tua, Dana Pensiun, Asuransi Kerugian, dll.
  • REPELITA III, di bentuk badan pelaksanaan Pasar Modal yang bertugas mengatur prosedur penawaran dan perdagangan surat berharga.
  • REPELITA IV dan REPELITA V, peningkatan peranan lembaga Keuangan Bank dan Nonbank.
  • REPELITA VI, dibentuk PT Permodalan Nasional, yaitu bertugas memberikan pembiyaan dan manajemen pada usaha kecil menengah dan koperasi.
    Pasca krisis ekonomi 1997, lembaga keuangan bank mengalami kemunduran karena berkurangnya kepercayaan Indonesia dan luar negeri terhadap perbankan Indonesia.
    Pasca kerusuhan mei 1998, lembaga keuangan bukan bank berkembang. Peningkatan jumlah penerimaan premi asuransi, peningkatan jumlah dana yang disalurkan kepada masyarakat oleh pegadaian.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Categories
Pendidikan

Lembaga Intermediasi Keuangan

Lembaga Intermediasi Keuangan

Lembaga Intermediasi Keuangan

 

Pengertian Intermediasi Keuangan

Proses pembelian surplus dana dari unit ekonomi, yaitu sektor usaha, lembaga pemerintah, dan individu (rumah tangga), untuk tujuan penyediaan dana bagi unit ekonomi lain, atau kegiatan pengalihan dana dari unit ekonomi surplus ke unit ekoonomi defisit.

 

Bentuk Lembaga Intermediasi Keuangan

1.Depsitory Intermediaries
Lembaga intermediasi sebagaian besar sekuritasnya merupakan sumber dana yang terdiri dari berbagai bentuk simpanan.

2.Contractual Intermediaries
Lembaga intermediasi melakukan kontrak dengan nasabah untuk menarik tabungan serta per lindungan finansial bila ada kerugian baik jiwa/harta.

3.Investment Intermediaries
Lembaga intermediasi menawarkan surat-surat berharga yang dapat dimiliki sebagai investasi jangka panjang atau dapat segera di jual apabila insvestor membutuhkan dananya kembali.

 

Jenis-jenis Intermediasi Keuangan

1.Intermediasi Denominasi
Lembaga intermediasi menerima tabungan dalam jumlah kecil dari individu atau sumber lain yang
mengumpulkan dana tersebut untuk pemberian kredit dalam jumlah besar terutama pada sektor usaha atau lembaga pemerintahan.

2.Intermediasi resiko
Kesediaan lembaga intermediasi keuangan memberika kredit kepada peminjam yang berisiko dan pada saat yang sama menerbittkan kredit kepada peminjam yang berisiko dan pada saat yang sama menerbitkan sekuritas yang relatif aman dan likuid untuk menarik dana dari penabung.

3.Intermediasi Jatuh tempo
Lembaga intermediasi menerima dana dari penabung yang pada umunya berjangka waktu pendek, kemudian memberikan kredit kepada peminjam yang biasanya membutuhkan dana yang berjangka waktu lebih panjang.

4.Intermediasi informasi
Lembaga intermediasi menyediakan informasi kepada penbung baik yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti perkembangan pasar, maupun bagi penabung yang memang tidak memiliki akses terhadap informasi yang relevan mengenai kondisi pasar dan peluang-peluang.

5.Intermediasi Lokasi
Lembaga intermediasi mempertemukan kepentingan pihak penabung dengan pihak pemakai dana.

6.Intermediasi mata uang
Lembaga intermediasi memenuhi kebutuhan mata uang penabung ynag tidak sesuai dengan kebutuhan mata uang pemakai dana.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Peranan Uang Dalam Masyarakat

Peranan Uang Dalam Masyarakat

Peranan Uang Dalam Masyarakat

Dalam masyarakat yang masih primitif belum terdapat pembagian kerja. Sedangkan pada tingkat masyarakat yang lebih maju atau masyarakat yang sudah melakukan tukar menukar, telah tampak adanya spesialisasi pekerjaan. Tidak seluruh kebutuhan harus diproduksikan oleh setiap individu, sebagaimana pada masyarakat primitif. Dengan adanya uang, memungkinkan terlaksananya pembagian kerja yang lebih sempurna seperti yang kita temui sekarang ini. Dalam masyarakat maju, hampir tidak ada seseorang yang menghasilkan suatu barang sejak proses produksi yang pertama hingga menjadi barang jadi. Tiap tahap proses produksi dikerjakan oleh orang atau bagian khusus. Pembagian kerja seperti itu (biasanya melalui sistem ban berjalan) akan mempermudah pekerjaan dan melipatgandakan hasil produksi. Adanya uang, yang berfungsi sebagai alat perantaraan untuk tukar menukar mempermudah terselenggaranya pembagian kerja. Terbukti, uang sangat berperanan dalam proses terciptanya spesialisasi pekerjaan. Jadi, peranan uang dalam perekonomian terutama dalam produksi dan pertukaran / konsumsi masyarakat.

 

Spesialisasi menyebabkan hasil produksi berlipat ganda.

Hal ini dapat dibandingkan dengan keadaan ketika orang-orang masih melakukan beraneka ragam pekerjaan. Selain menciptakan spesialisasi, uang menentukan pula arah produksi, konsumsi dan kegiatan ekonomi. Apabila harga suatu barang meningkat, konsumen akan mengubah arah permintaannya terhadap barang-barang atau jasa yang masih dalam kesanggupan daya belinya. Produsen akan mengurangi produksi apabila permintaan menurun (karena adanya kenaikan harga), dan sebaliknya. Dengan demikian, arah produksi dan arah konsumsi cenderung mengikuti perubahan-perubahan daya beli uang.

Jika uang belum memegang peranan penting, arah produksi dan konsumsi pada umumnya tidak mengalami perubahan-perubahan yang besar untuk jangka waktu agak lama. Kenaikan harga barang-barang (inflasi), timbul karena digunakannya uang dalam masyarakat. Gejolak naik turunnya harga barang-barang tidak begitu besar dalam perekonomian barter. Hanya dalam perekonomian uang masalah inflasi atau deflasi timbul.

Permintaan Uang

a. Teori Kuantitas (Klasik)

Teori Kuantitas (Quantity Theory) uang adalah teori ekonomi mengenai permintaan uang (demand for money). Teori kuantitas tergolong sangat tua namun masih memadai dengan keadaan saat ini. Teori kuantitas uang membahas penyebab utama terjadinya perubahan nilai uang atau tingkat harga.

Teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang atau tingkat harga merupakan akibat adanya perubahan jumlah uang beredar. Seperti halnya benda-benda ekonomi lainnya (ingat, bahwa uang juga merupakan barang ekonomi), bertambahnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat akan mengakibatkan turunnya nilai mata uang. Menurunnya nilai uang sama artinya dengan naiknya tingkat harga. Menurut teori kuantitas uang, bertambahnya jumlah uang yang beredar cenderung mengakibatkan naiknya tingkat harga (inflasi), dan sebaliknya.

Teori kuantitas uang dikemukakan oleh Irving Fisher. Ia mengemukakan persamaan yang dinamakan persamaan pertukaran (equation of exchange) Persamaan pertukaran dinyatakan sebagai berikut:

MV = PT, dimana

M = jumlah uang beredar/penawaran uang (money suplly)
V = kecepatan peredaran uang (velocity circulation of moneya)
P = tingkat harga-harga (price level)
T = jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang diperjual-belikan dalam satu tahun tertentu (transaction)

Di dalam persamaan tersebut, M sama dengan jumlah uang kertas, logam, dan uang giral yang beredar (terdapat) dalam perekonomian. Kecepatan peredaran uang (V) ditentukan berdasarkan berapa seringnya uang beredar yang terdapat dalam masyarakat berpindah tangan dalam satu tahun. Apabila setiap jenis uang secara rata-rata berpindah tangan sebanyak sepuluh kali dalam satu tahun, maka V adalah sepuluh.

Nilai P ditentukan berdasarkan indeks harga. Di dalam perekonomian terdapat banyak jenis barang dan harganya berbeda-beda pula. Dari waktu ke waktu harga-harga mengalami perubahan yang berbeda. Adalah tidak mungkin untuk menggambarkan semua keadaan ini dalam persamaan di atas. Untuk menunjukkan keadaan harga-harga dan perubahannya dari tahun ke tahun, digunakan indeks harga beserta perubahan-perubahannya. T menunjukkan jumlah barang-barang jadi dan barang-barang setengah jadi yang diperjualbelikan.

Perlu diingat bahwa PT tidak sama nilainya dengan pendapatan nasional. Penadapatan Nasional (BAB II) adalah nilai seluruh barang jadi yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu. Nilai tersebut diperoleh dengan menjumlahkan hasil perkalian tiap-tiap barang jadi dan jasa dengan harga-harganya.

Sedangkan PT adalah penjumlahanj hasil perkalian tiap-tiap barang yang termasuk pendapatan nasional dengan harga-harganya, ditambah dengan hasil perkalian tiap-tiap barang setengah jadi dengan harga-harganya. Singkatnya, PT meliputi pendapatan nasional ditambah nilai transaksi barang-barang setengah jadi. Berarti nilai PT lebih besar dari pendapatan nasional. Dalam teori kuantitas diasumsikan (dianggap) bahwa kecepatan peredaran uang adalah tetap; dan penggunaan tenaga kerja penuh (fullemployment) sudah tercapai.

Berdasarkan asumsi tersebut maka dalam persamaan MV = PT, besarnya faktor V dan T adalah tetap (konstan). T dianggap tetap karena pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh, pendapatan nasional tidak dapat ditambah lagi. Jumlah barang-barang yang diperjualbelikan (ditransaksikan) pun tidak mengalami perubahan. Setiap perubahan jumlah uang beredar (M) akan menimbulkan perubahan yang sama tingkatnya terhadap harga-harag (P).

Ahli-ahli ekonomi Klasik berpendapat bahwa kecepatan peredaran uang (V) adalah tetap. Mereka beranggapan bahwa jumlah uang beredar dan pertambahannya tidak mempunyai pengaruh yang berarti terhadap kecepatan peredaran uang. Menurut mereka kecepatan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis. Faktor-faktor tersebut antara lain sistem pembayaran gaji dalam masyarakat, kebiasaaan masyarakat dalam melakukan perdagangan, efisienai sistem pengangkutan, dan kepadatan penduduk.

Kesimpulan teori kuantitas uang oleh Irving Fisher yaitu perubahan jumlah uang beredar akan menimbulkan perubahan yang sama besarnya terhadap harga-harga, dan dalam arah yang bersamaan. Maksudnya, bila uang beredar bertambah sebanyak 5%, maka tingkat harga-harga juga akan bertambah (inflasi) sebanyak 5%, dan sebaliknya.

b. Teori Keynes

Kritik Keynes Terhadap Teori Kuantitas. John Maynard Keynes mengajukan kritik terhadap teori para ahli ekonomi Klasik atas pandangan mereka mengenai pengaruh uang terhadap harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi. Teori kuantitas menyatakan bahwa : (a) perubahan jumlah uang beredar akan menimbulkan perubahan yang sama tingkatnya terhadap harga-harga; (b) perubahan jumlah uang beredar tidak akan menimbulkan perubahan terhadap penadapatan nasional.

Keynes mengkritik teori dengan mengajukan pendapatan mengenai korelasi antara uang yang beredar dengan harga-harga, sebagai berikut; (a) Keynes sependapat bahwa pertambahan jumlah uang beredar dapat menaikkan harga-harga. Sekalipun demikian, kenaikan harga-harga tidak selalu sebanding dengan kenaikan jumlah uang beredar. Oleh karena itu, kenaikan jumlah uang beredar tidak selalu menimbulkan perubahan terhadap harga-harga. Dalam perekonomian yang menghadapi masalah pengangguran serius, pertambahan jumlah uang beredar tidak akan mempengaruhi harga-harga. (b) Kenaikan harga-harga dipengaruhi oleh kenaikan jumlah uang beredar maupun kenaikan biaya produksi. Meskipun jumlah uang beredar tidak mengalami perubahan, tetapi apabila biaya produksi bertambah tinggi, akan terjadi kenaikan harga-harga.

Para ahli ekonomi Klasik berpendapat bahwa perekonomian selalu mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, dan pertambahan jumlah uang beredar tidak dapat menaikkan produksi. Dalam teori Keynes tidak digunakan asumsi bahwa perekonomia selalu mencapai penggunaan tenaga kerja penuh. Oleh karena itu, Keynes berpendapat bahwa pertambahan jumlah uang beredar akan menaikkan pendapatan nasional.

 

Menurut Keynes, motif (alasan) masyarakat memegang uang adalah sebagai berikut:

Motif Transaksi (Transaction Motive). Di dalam perekonomian moderndengan tingkat spesialisasi yang tinggi, uang sangat diperlukan. Spesialisasi yaitu keadaan setiap orang telah dapat mengkhususkan diri pada pekerjaan yang ia sukai dan sesuai keahliannya. Setiap orang yang bekerja ingin memperoleh upah atau uang untuk membeli (transaksi) barang-barang kebutuhannya. Jumlah permintaan uang untuk tujuan transaksi tergantung pada besarnya pendapatan. Semakin tinggi pendapatan seseorang semakin banyak jumlah uang yang digunakan untuk melakukan transaksi.
Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive). Oleh masyarakat, uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masa depan yang tidak dapat diduga sebelumnya. Hal-hal yang tak terduga, misalnya anggota keluarga yang sakit atau kedatangan tamu dari luar kota. Untuk menghadapi keperluan semacam itu masyarakatmerasa perlu memegang uang untuk keperluan berjaga-jaga. Besarnya uang yang disimpan untuk berjaga-jaga juga ditentukan oleh besarnya pendapatan.
Motif Spekulasi (Speculative Motive). Spekulasi berarti membuat pilihan dengan harapan mendapatkan hasil yang tinggi. Contohnya membeli surat-surat berharga obligasi dan saham perusahaan.

 

Faktor yang menentukan dalam melakukan pilihan ini :

Hasil yang akan diperoleh dari pemilikan surat-surat berharga tersebut. Para pemegang uang akan bersedia memiliki surat-surat berharga apabila surat berharga tersebut memberikan tingkat pendapatan yang tinggi. Jika tidak, niscaya mereka akan lebih suka memegang uang. Dengan demikian permintaan uang untuk tujuan spekulasi ditentukan oleh tingkat bunga.

Categories
Pendidikan

Digital Loudspeaker Management System

Digital Loudspeaker Management System

Digital Loudspeaker Management System
DLMS adalah kependekan dari “Digital Loudspeaker Management System” atau biasa disebut Drive Rack / Management.. DLMS sendiri memiliki berbagai merk antara lain DBX, Behringer, dll.
Berikut adalah beberapa ulasan saya mengenai Drive Rack / Management Merk DBX _260

DBX Driverack 260 adalah salah satu DLMS (Digital Loudspeaker Mnagement System) keluaran dari perusahaan Harman. Yang tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi bagaimana kualitas dari produk ini. Disinin saya memandumu untuk mengerti kemampuan penuh dari DriveRack 260. Dengan mengkombinasikan komponen berbeda, kemungkinan konfigurasi yang tak terbatas. Setelah kamu cukup mengerti Driverack 260, kita menganjurkan kamu untuk mengadakan percobaan dan menemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk menjalankan sistemmu dengan memanfaatkan proses dari DriveRack260.

 

Pengertian Driverack 260

Dbx DriveRack 260 adalah alat yang cukup efektif untuk menentukan sistem routing output FOH kita ataupun sistem monitoring kita. Dengan proses managenent speaker dan equlaisation setiap output. Alat ini diantara Mixer dan Power amplifier, yang begitu simple tanpa harus melalui proses routing kabel yang lain. Dan, meminimalisir terjadinya noise suara routing kita.

 

DriveRack ® 260 Fitur:

Advanced Feedback Suppression™/ Meminimalisir feedback
2.7 Seconds of Alignment and Zone Delay/ Delay ruangan proses
RS-232 PC GUI control/ Dapat dihubungkan dengan perangkat computer/portable
Classic dbx® Compression and Limiting/ Compresor dan Limiter
Graphic and Parametric EQ/ Equalizer Grafik dan parametic
Independent Input and Output Processing
Auto-EQ Function/ Equaliser tuning
Full Bandpass, Crossover, and Routing Configurations
Auto Gain Control/ Pengatur Gain
Pink Noise Generator and full-time RTA / generator noise dan RTA analizer
Setup Wizard with JBL® and Crown® Components/ Preset set up JBL speaker
Security Lockout
Wall Panel Control Input

 

Sisi Belakang

1. IEC Power Cord Receptacle
DriveRack 260 dapat menggunakan power supply yang bekerja diarea 100V-120V dari frekuensi 50Hz-60Hz (untuk domestic model). An IEC cord juga terdapat versi yang dapat diterima di 220V-240V anatra frekuensi dari 50Hz-60Hz.

2. Power Switch
Power untuk menghidupkan dan mematikan driverack 260.
Note: Dbx professional audio me-rekomendasikan agar driverack 260 sudah terhubung dengan power amplifier saat akan menghidupkan dan mematikan driverack 260

3. PC Connection
DC-9 conection digunakan untuk mengirimkan dan menerima informasi dari GUI interface saat melakukan pembaharuan proses routing anda

4. RS485 Zone Control Input (RJ-45 connector type)
Koneksi input yang digunakan untuk mengirimkan informasi dan menghidupkan ZC wall controllers.

5. Outputs 1-6
Out koneksi driverack 260 yang menawarkan 6 (enam) output balance XLR

6+7. Inputs 1-2
Input koneksi driverack 260 yang menawarkan 2 (dua) input balance XLR

8. RTA Input Jack
Input balance XLR digunakan untuk menghubungkan RTA microphone, yang digunakan untuk mengoptimalkan fungsi pink noise dan equalizer di dalam ruangan saat kita menggunakan auto equalization wizard.

 

Panel Depan

1. LCD Display
Display LCD dari Driverack 260 bagian yang paling vital untuk pemakai dalam memberikan informasi dari Driverack 260 yang terdiri dari: Signal routing, proses editing dan fumgsi setup wizard. Display LCD juga menampilkan jika terjadi “clip” di dispaly

2. Data Wheel
Data wheel dari Driverack 260 digunakan untuk memutar menu program, memilih program, parameter select dan mengedit parameter.

3. Function Buttons
Tombol fungsi dari Driverack 260 juga digunakan sebagai semau editing dan fungsi navigasi dari Driverack 260. Liat sesi 2.1 and 2.2 untuk deskripsi detail dari beberapa fungsi tombol

4. Input Meters
Driverack 260 meberikan 2 user input parameter, 6 output light meters dari range -30 to +22dBu. Memberikan sinyal monitor setelah ada input masukan.

5. Threshold Meters
digunakan untuk mengetahui level dari limiter, Auto Gain Conntrol, compresor

6. Output Mutes
6 (enam) output tombol mute yang bekerja secara sendiri dari semua output yang ada di driverack260

7. Output Meters
Driverack 260 memberikan pengguna dengan 6 lampu indicator output yang bekerja secara independen.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Mengukur Kinerja Rantai Pasokan

Mengukur Kinerja Rantai Pasokan

Mengukur Kinerja Rantai Pasokan
Manajer rantai pasokan membuat keputusan penjadwalan dan kuantitas yang menentukan set yang dipeacayakan untuk persediaan. Tiga ukuran spesifik dapat membantu dengan cara jumlah yang diinvestasikan dalam persediaan. Perbandingan spesifik dengan competitor dapat membantu evaluasi. Total asset yang dipercayakan untuk persediaan dalam perusahaan manufaktur mencapai 15% dan perusahaan ritel 27% dengan variasi yang luas bergantung pada model bisnis spesifik.
Harga pokok penjualan adalah biaya untuk memproduksi barang atau jasa yan dijual selam periode tertentu. Investasi persediaan adalah rata-rata nilai persediaan untuk periode yang sama. Sering kali, rata-rata investaqsi persediaan tidak didasarkan pada apa pun selain investasi persediaan pada akhir periode biasanya akhir tahun. Manajemen rantai pasokan sangat penting untuk mengurangi investasi persediaan. Perpindahan barang yang cepat adalah kuncinya.

Tolak Ukur Rantai Pasokan

Ketika nilai metric menyampaikan artinya dan bermanfaat ketika membandingkan dengan data yang lampau, penggunaan penting lainnya membandingkan nilai ini dengan perusahaan pembanding. Tolak ukur berkelas dunia adalah hasil dari rantai pasokan yang dikelola dengan baik yang memperkecil biaya, waktu tunggu, pengiriman terlambat, dan kekurangan persediaan serta meningkatkan tingkat layanan.

Model SCOR (supply chain operations Reference-SCOR model)

Perusahaan menggunakan SCOR untuk mengidentifikasi, mengukur, mengorganisasi ulang, dan meningkatkan proses rantai pasokan. Model scor mendifinisikan lebih dari 200% elemen proses, 550 metrik yang dapat diukur, dan 500 praktik terbaik. Praktik terbaik mengambarkan teknik yang digunakan oleh perusahaan pembanding yang memiliki nilai yang sangat baik di metric. Tolak ukur sangat berguna, namun tidak selalu memadai untuk keunggulan rantai pasokan. Audit berdasarkan pada komunikasi yang terus menerus, pemahaman, kepercayaan, kinerja, dan strategi perusahaan adalah hal yang penting. Hubungan harus mewujudkan diri dalam kepercayaan bahwa kita bersama dan berjalan seiring denga kesepakatan tertulis.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :